Banyak pelajar bertanya apakah harus menggunakan British English untuk IELTS atau American English untuk TOEFL. Jawaban singkatnya: kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan jelas lebih penting daripada memaksakan satu aksen. Namun, mengenali perbedaannya akan membantu peserta menghadapi listening, membaca instruksi, menulis, dan berbicara dengan lebih percaya diri.
Bahasa yang sama dengan beberapa variasi
British dan American English memiliki fondasi grammar yang sama. Perbedaannya terlihat pada pronunciation, vocabulary, spelling, dan beberapa kebiasaan penggunaan. Perbedaan tersebut jarang membuat kedua penutur tidak saling memahami, tetapi dapat membingungkan pelajar yang hanya terbiasa dengan satu variasi.
Tujuan belajar sebaiknya dibagi menjadi dua: memahami berbagai variasi saat Listening dan menggunakan satu gaya secara konsisten saat Writing atau Speaking.
Perbedaan pronunciation yang mudah dikenali
Salah satu perbedaan paling terdengar adalah bunyi r. Banyak aksen Amerika mengucapkan r dengan jelas pada kata car, work, dan teacher. Dalam sejumlah aksen British, bunyi r pada akhir suku kata terdengar lebih lemah atau tidak diucapkan kecuali diikuti vowel.
Bunyi t juga dapat berbeda. Dalam percakapan American English, t di tengah kata seperti water dapat terdengar mendekati bunyi d ringan. British English cenderung mempertahankan bunyi t yang lebih jelas, meskipun variasinya sangat luas.
Beberapa vowel juga berbeda, misalnya pada kata bath, class, hot, dan schedule. Pelajar tidak harus meniru semua detail tersebut. Fokus pertama adalah mengenali kata walaupun bunyinya berbeda dari yang biasa didengar.
Vocabulary yang berbeda
Beberapa benda sehari-hari mempunyai istilah berbeda. Contohnya:
- British: flat; American: apartment.
- British: lift; American: elevator.
- British: holiday; American: vacation.
- British: queue; American: line.
- British: petrol; American: gasoline atau gas.
- British: underground; American: subway.
- British: biscuit; American: cookie.
- British: timetable; American: schedule.
Saat Listening, gunakan konteks untuk memahami istilah. Saat Speaking, pilih kata yang paling dikuasai. Menggabungkan dua variasi vocabulary sesekali umumnya tidak membuat komunikasi gagal, tetapi konsistensi membuat respons terdengar lebih rapi.
Perbedaan spelling dalam Writing
British English sering menggunakan colour, centre, organise, travelling, dan programme. American English menggunakan color, center, organize, traveling, dan program.
Keduanya dapat dipahami. Dalam tulisan akademik, pilih satu sistem dan gunakan secara konsisten. Jangan menulis colour pada satu paragraf lalu color pada paragraf berikutnya tanpa alasan. Pemeriksaan spelling pada menit terakhir dapat membantu menjaga konsistensi.
Bagaimana dengan grammar?
Sebagian perbedaan grammar muncul dalam penggunaan sehari-hari. British English lebih sering memakai present perfect untuk kejadian baru, seperti I have just finished. American English juga dapat menggunakan simple past, seperti I just finished.
Collective noun dapat diperlakukan berbeda. British English terkadang memakai verb plural ketika kelompok dipandang sebagai kumpulan individu, sedangkan American English lebih sering memakai singular. Untuk pelajar, prinsip terpenting adalah memastikan pilihan grammar konsisten dan maknanya jelas.
Aksen apa yang muncul dalam IELTS Listening?
Peserta perlu siap mendengar lebih dari satu aksen bahasa Inggris. Karena itu, belajar IELTS hanya dari satu suara dapat membuat kemampuan listening terlalu sempit. Gunakan latihan dengan penutur yang berbeda, tetapi tetap prioritaskan materi yang memiliki transcript dan pertanyaan berkualitas.
Saat mendengarkan, jangan sibuk menebak asal aksen. Fokuslah pada keyword, perubahan informasi, ejaan nama, angka, lokasi, serta paraphrase antara audio dan soal.
Apakah Speaking IELTS harus memakai aksen British?
Tidak perlu memaksakan aksen British. Dalam Speaking, hal yang lebih penting adalah ucapan dapat dipahami, jawaban berkembang, vocabulary sesuai konteks, dan grammar cukup terkontrol. Aksen Indonesia bukan kesalahan selama tidak mengganggu kejelasan.
Meniru aksen secara berlebihan justru dapat membuat ritme tidak alami dan meningkatkan rasa gugup. Bangun pronunciation melalui word stress, sentence stress, linking, intonation, dan latihan bunyi yang memang sulit bagi penutur Indonesia.
Bagaimana dengan TOEFL?
Materi TOEFL sering terasa lebih dekat dengan American English dan konteks akademik di Amerika Utara. Karena itu, peserta sebaiknya terbiasa dengan pronunciation serta vocabulary Amerika. Meski demikian, kemampuan listening yang baik tetap membutuhkan fleksibilitas ketika mendengar variasi suara dan kecepatan bicara.
Untuk latihan TOEFL Listening, fokus pada maksud penutur, detail, inference, idiomatic expression, serta hubungan antara pertanyaan dan pilihan jawaban. Mengenali aksen membantu, tetapi strategi memahami percakapan tetap menjadi inti.
Variasi mana yang sebaiknya dipilih untuk Speaking?
Pilih variasi yang paling sering didengar dan paling nyaman digunakan. Jika banyak belajar melalui film, podcast, atau mentor Amerika, American English mungkin terasa lebih alami. Jika persiapan banyak menggunakan materi British, pola British dapat lebih mudah dipertahankan.
Gunakan prinsip berikut:
- Utamakan kejelasan daripada kemiripan dengan penutur asli.
- Jangan mengganti aksen secara sengaja di tengah kalimat.
- Pelajari pronunciation dari sumber audio, bukan hanya tulisan.
- Rekam suara untuk memeriksa stress, ritme, dan intonation.
- Pertahankan spelling yang konsisten dalam tulisan.
Latihan 20 menit untuk memahami dua variasi
Pilih dua rekaman pendek dengan topik serupa, satu dari penutur British dan satu dari penutur American. Dengarkan tanpa transcript dan tulis ide utamanya. Dengarkan kembali sambil mencatat kata yang terdengar berbeda. Setelah itu, baca transcript dan ulangi beberapa kalimat dengan ritme alami.
Akhiri latihan dengan menceritakan kembali isi audio menggunakan aksen sendiri. Tujuannya bukan menjadi peniru, melainkan menjadi pendengar yang fleksibel dan pembicara yang jelas.
Jangan biarkan aksen menghambat komunikasi
British dan American English bukan dua bahasa yang harus dipilih secara mutlak. Pelajar perlu memahami keduanya, kemudian membangun gaya penggunaan yang stabil. Untuk IELTS, siapkan telinga menghadapi variasi aksen. Untuk TOEFL, perkuat kebiasaan mendengar American English. Untuk Speaking sehari-hari, utamakan pesan yang jelas dan respons yang natural.
Placement Test Speaking dan diagnostic test DAILY ENGLISH ID dapat membantu melihat kemampuan listening, fluency, pronunciation, grammar, dan vocabulary sebelum menentukan fokus latihan atau kelas.
