Banyak orang ingin mengikuti IELTS tetapi masih bingung harus mulai dari mana. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah:

“Kalau kemampuan bahasa Inggris saya masih dasar, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar IELTS?”

Jawabannya tidak sama untuk setiap orang.

Lama belajar IELTS sangat dipengaruhi oleh kemampuan awal, target band score, intensitas belajar, serta konsistensi latihan.

Karena itu, sebelum menentukan berapa bulan harus belajar, Anda perlu mengetahui posisi kemampuan bahasa Inggris Anda saat ini.

IELTS Bukan Hanya Tes Bahasa Inggris Biasa

IELTS menguji empat kemampuan utama:

  • Listening
  • Reading
  • Writing
  • Speaking

Setiap skill memiliki karakteristik dan strategi yang berbeda.

Seseorang bisa memiliki kemampuan Speaking yang cukup baik tetapi masih kesulitan dalam Writing.

Ada juga peserta yang kuat dalam Reading tetapi kesulitan memahami Listening karena belum terbiasa dengan berbagai aksen bahasa Inggris.

Karena itu, proses belajar IELTS sebaiknya tidak hanya fokus pada satu kemampuan.

Kalau Mulai dari Nol, Berapa Lama Belajarnya?

Tidak ada angka yang benar-benar sama untuk semua peserta.

Namun secara umum, proses belajar dapat dibagi berdasarkan kondisi awal.

1. Kemampuan Bahasa Inggris Masih Sangat Dasar

Jika Anda masih kesulitan membuat kalimat sederhana, memahami percakapan dasar, atau membaca teks bahasa Inggris, sebaiknya jangan langsung fokus pada soal IELTS.

Bangun terlebih dahulu kemampuan dasar seperti:

  • Vocabulary
  • Grammar dasar
  • Listening dasar
  • Reading comprehension
  • Speaking sederhana
  • Menulis kalimat dan paragraf

Pada tahap ini, target utamanya adalah membangun fondasi bahasa Inggris.

Setelah fondasi cukup kuat, Anda dapat mulai mempelajari format dan strategi IELTS.

2. Sudah Bisa Bahasa Inggris Dasar tetapi Belum Pernah IELTS

Kondisi ini cukup umum.

Anda mungkin sudah bisa berbicara dalam bahasa Inggris, memahami teks, dan menulis beberapa paragraf, tetapi belum memahami bagaimana sistem IELTS bekerja.

Jika demikian, fokus pertama adalah memahami:

  • Format IELTS
  • Jenis pertanyaan
  • Batas waktu
  • Teknik mengerjakan soal
  • Kriteria penilaian

Pada tahap ini, latihan soal mulai memiliki peran penting.

Anda juga perlu mengetahui kelemahan utama.

Misalnya:

Listening cukup baik, tetapi Writing masih lemah.

Dengan begitu, porsi belajar dapat disesuaikan.

3. Sudah Pernah IELTS tetapi Skornya Belum Sesuai Target

Jika Anda sudah pernah mengikuti IELTS atau practice test, proses belajar bisa lebih terarah karena sudah memiliki gambaran kemampuan awal.

Contohnya:

Overall Band Score: 5.5

Target: Band 6.5

Anda kemudian dapat melihat skill mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Misalnya:

Listening: 6.5 Reading: 6.0 Writing: 5.0 Speaking: 5.5

Dari hasil tersebut, fokus belajar sebaiknya tidak dibagi rata.

Writing dan Speaking membutuhkan perhatian lebih karena nilainya masih lebih rendah.

Target Band Score Sangat Menentukan Waktu Belajar

Target IELTS setiap orang berbeda.

Ada yang membutuhkan IELTS untuk:

  • Kuliah di luar negeri
  • Beasiswa
  • Pekerjaan
  • Migrasi
  • Persyaratan universitas
  • Pengembangan kemampuan bahasa Inggris

Semakin tinggi target band score, biasanya semakin besar pula tuntutan terhadap kemampuan bahasa Inggris.

Target Band 5.5 tentu berbeda dengan target Band 7.0 atau Band 8.0.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Berapa lama saya harus belajar?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Berapa kemampuan saya sekarang dan berapa target saya?”

Langkah Pertama: Ikuti Diagnostic Test

Sebelum membuat jadwal belajar, lakukan diagnostic test terlebih dahulu.

Diagnostic test dapat membantu mengetahui kemampuan pada:

  • Listening
  • Reading
  • Writing
  • Speaking

Dari hasil tersebut, Anda bisa mengetahui:

  • Skill terkuat
  • Skill terlemah
  • Pola kesalahan
  • Target belajar
  • Prioritas materi

Belajar tanpa mengetahui kemampuan awal sering membuat peserta menghabiskan terlalu banyak waktu pada materi yang sebenarnya sudah dikuasai.

Strategi Belajar IELTS dari Nol

Jika Anda ingin belajar lebih terarah, gunakan tahapan berikut.

Tahap 1: Bangun Fondasi Bahasa Inggris

Fokus pada:

  • Grammar dasar
  • Vocabulary harian
  • Pronunciation
  • Listening sederhana
  • Membaca teks pendek
  • Menulis kalimat sederhana

Jangan buru-buru menghafal template IELTS jika kemampuan bahasa Inggris dasarnya masih belum kuat.

Tahap 2: Pelajari Format IELTS

Setelah kemampuan dasar mulai berkembang, pahami struktur tes IELTS.

Pelajari:

  • Jumlah bagian
  • Jenis pertanyaan
  • Durasi tes
  • Instruksi
  • Sistem penilaian

Semakin familiar dengan format tes, semakin kecil kemungkinan Anda kehilangan waktu hanya karena bingung memahami soal.

Tahap 3: Latih Setiap Skill Secara Terpisah

Jangan langsung mengerjakan full test setiap hari.

Pisahkan latihan.

Contohnya:

Senin: Listening

Selasa: Reading

Rabu: Writing

Kamis: Speaking

Jumat: Vocabulary dan Grammar

Sabtu: Practice Test

Minggu: Evaluasi kesalahan

Metode seperti ini membuat latihan lebih terstruktur.

Tahap 4: Catat Semua Kesalahan

Setiap kali melakukan latihan, jangan hanya melihat skor.

Cari tahu alasan kesalahan.

Misalnya:

  • Salah memahami instruksi
  • Tidak mengenali sinonim
  • Kurang vocabulary
  • Kehabisan waktu
  • Grammar tidak akurat
  • Tidak memahami pertanyaan
  • Pronunciation kurang jelas

Buat catatan khusus berisi kesalahan yang sering muncul.

Tujuannya agar kesalahan yang sama tidak terus diulang.

Tahap 5: Mulai Simulasi Tes

Setelah memahami setiap bagian, mulai lakukan simulasi IELTS dengan batas waktu.

Simulasi membantu melatih:

  • Manajemen waktu
  • Konsentrasi
  • Ketahanan mengerjakan soal
  • Strategi memilih jawaban
  • Kemampuan bekerja di bawah tekanan waktu

Practice test juga membantu melihat apakah perkembangan kemampuan sudah mendekati target.

Contoh Jadwal Belajar IELTS

Berikut contoh jadwal sederhana yang dapat digunakan.

Senin

  • Listening practice
  • Vocabulary

Selasa

  • Reading practice
  • Review jawaban

Rabu

  • Writing Task 1 atau Writing Task 2
  • Grammar review

Kamis

  • Speaking practice
  • Rekam jawaban

Jumat

  • Vocabulary
  • Pronunciation
  • Review kesalahan

Sabtu

  • Practice test

Minggu

  • Evaluasi hasil belajar
  • Perbaiki bagian yang masih lemah

Anda tidak harus menggunakan jadwal yang sama.

Yang terpenting adalah jadwal tersebut realistis dan dapat dilakukan secara konsisten.

Apakah Belajar Setiap Hari Lebih Efektif?

Belajar secara rutin umumnya lebih efektif daripada belajar dalam durasi sangat panjang tetapi tidak konsisten.

Contohnya:

Belajar 60–90 menit setiap hari dapat memberikan hasil yang lebih terstruktur dibandingkan belajar enam jam hanya sekali dalam seminggu.

Konsistensi membantu otak terbiasa dengan:

  • Vocabulary
  • Struktur kalimat
  • Listening
  • Reading
  • Pola soal IELTS

Namun kualitas belajar tetap lebih penting daripada sekadar jumlah jam.

Jangan Hanya Mengejar Banyak Soal

Mengerjakan ratusan soal tidak selalu membuat skor IELTS meningkat.

Jika setiap kesalahan tidak pernah dievaluasi, Anda berpotensi terus melakukan kesalahan yang sama.

Setelah mengerjakan latihan, selalu lakukan review.

Tanyakan:

  • Mengapa jawaban saya salah?
  • Apa informasi yang saya lewatkan?
  • Apakah masalahnya vocabulary?
  • Apakah saya kehabisan waktu?
  • Apakah saya salah memahami soal?

Proses evaluasi inilah yang membuat latihan menjadi lebih efektif.

Bagaimana Mengetahui Kapan Sudah Siap Mengikuti IELTS?

Anda mulai mendekati kesiapan ketika hasil practice test relatif konsisten.

Jangan hanya melihat satu hasil terbaik.

Misalnya target Anda Band 6.5.

Jika beberapa practice test menunjukkan hasil yang terus berada di sekitar target tersebut, berarti kemampuan Anda mulai lebih stabil.

Namun jika hasilnya masih berubah jauh, misalnya:

Practice Test 1: Band 6.5

Practice Test 2: Band 5.5

Practice Test 3: Band 6.0

Anda masih perlu mengevaluasi penyebab ketidakstabilan tersebut.

Kesimpulan

Berapa lama belajar IELTS dari nol tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jumlah minggu atau bulan.

Yang paling menentukan adalah:

  • Kemampuan awal
  • Target band score
  • Konsistensi belajar
  • Strategi latihan
  • Evaluasi kesalahan
  • Kemampuan pada setiap skill

Karena itu, langkah terbaik bukan langsung menentukan berapa bulan harus belajar.

Mulailah dengan mengetahui kemampuan Anda terlebih dahulu.

Setelah itu, buat strategi belajar berdasarkan kelemahan dan target band score.

Dengan metode yang terstruktur, proses belajar IELTS akan jauh lebih efektif dibandingkan belajar secara acak.

Ingin mengetahui level IELTS Anda saat ini?

Ikuti IELTS Diagnostic Test di Daily English ID untuk mengetahui kemampuan Listening, Reading, Writing, dan Speaking sebelum menentukan program belajar yang sesuai.